PJU Hybrid Photocell-Timer Relay: Inovasi Hemat Energi dari UNPAM untuk Desa CIDEHENG LOR
Published on: 18 Sep 2026

Kegiatan Teknik Elektro Unpam Serang
Serang, 18
September 2026 – Suasana Desa Cideheng Lor, Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota
Serang, berbeda dari biasanya pada Jumat, 18 September 2026. Sejak pagi hingga
malam, puluhan warga RT/RW 012/003 berkumpul bersama dosen-dosen Program Studi
Teknik Elektro S1 Universitas Pamulang Kampus Kota Serang, mahasiswa, serta
Kepala Desa Cideheng Lor. Mereka bukan sedang menghadiri hajatan, melainkan
mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Edukasi
dan Penerapan PJU Otomatis Hybrid Photocell-Timer Relay sebagai Model
Penghematan Energi”.
Kegiatan ini
menjadi momen penting karena menghadirkan solusi nyata atas permasalahan
penerangan jalan yang selama ini dikeluhkan warga. Jalanan yang gelap, lampu
yang menyala pada siang hari, serta pemborosan listrik menjadi alasan utama
mengapa teknologi tepat guna ini diterapkan.
Acara dibuka pukul
08.00 WIB dengan sambutan dari Dosen Teknik Elektro Universitas Pamulang Kampus
Serang, Gilang Ramadhan, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menegaskan
bahwa kegiatan ini bukan sekadar pemasangan alat, tetapi juga upaya
memberdayakan masyarakat. “Kami ingin warga tidak hanya menjadi penerima
manfaat, tetapi juga mampu memahami, merawat, dan bahkan mengembangkan sistem
ini secara mandiri,” ujarnya.
Kepala Desa
Cideheng Lor yang turut hadir menyampaikan apresiasi dan harapannya agar
program ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain. “Penerangan jalan adalah
kebutuhan dasar. Dengan teknologi ini, kami berharap keamanan dan kenyamanan
warga meningkat, sekaligus menghemat anggaran desa,” tambahnya.
Kegiatan berlanjut
dengan pemasangan sistem di titik-titik prioritas. Warga bergotong royong
membantu tim pengusul menyiapkan material, mengangkut kabel, dan memasang
lampu. Beberapa pemuda yang telah dilatih ikut serta dalam instalasi sensor dan
relay. Pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan: memutus
arus sebelum bekerja, menggunakan alat pelindung diri, dan memastikan sambungan
tertutup rapat.
“Ini pertama
kalinya kami memasang lampu otomatis. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan,”
ujar salah satu pemuda dengan semangat.
Memasuki malam
hari, seluruh rangkaian sistem diuji coba. Saat intensitas cahaya menurun,
lampu-lampu pun menyala secara otomatis. Warga yang menyaksikan langsung
memberikan tepuk tangan. Tidak ada lagi lampu yang menyala pada siang hari, dan
ruas jalan yang sebelumnya gelap kini terang benderang.
Kegiatan PKM ini
tidak berhenti sampai di sini. Tim pengusul bersama warga membentuk tim
pemeliharaan lokal yang bertugas melakukan pemeriksaan rutin, membersihkan
sensor, dan melaporkan gangguan. Sistem pelaporan sederhana melalui grup
komunikasi juga disiapkan.
Dengan penerapan
PJU otomatis hybrid ini, konsumsi energi listrik diperkirakan turun 25–40%.
Lebih dari itu, rasa aman dan nyaman warga saat beraktivitas malam hari
meningkat. Anak-anak bisa bermain dan belajar dengan aman, perempuan dan lansia
merasa lebih terlindungi, serta pengguna jalan terhindar dari risiko
kecelakaan. “Kami berharap
model ini dapat direplikasi di desa lain. Teknologi tepat guna seperti ini
adalah wujud nyata kontribusi kampus bagi masyarakat,” pungkas Thia Anissa,
S.Pd., M.Eng selaku Dosen Teknik Elektro Universitas Pamulang Kampus Serang
yang menutup serangkaian acara pada hari itu dengan hikmat.
Malam itu, Desa Cideheng Lor tidak hanya lebih terang, tetapi juga lebih berdaya. Teknologi, edukasi, dan partisipasi warga telah bersatu menjadi model penghematan energi yang berkelanjutan.
Tim PKM Dosen Teknik
Elektro Universitas Pamulang Kampus Kota Serang




