Implementasi dan Pemanfaatan Training Kit Mikrokontroler pada Pembelajaran Siswa SMK Nurul Huda Baros
Published on: 7 Jan 2026

Kegiatan Teknik Elektro Unpam Serang
Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan vokasi, tim dosen melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema Implementasi dan Pemanfaatan Training Kit Mikrokontroler pada Pembelajaran Siswa Siswi SMK Nurul Huda Baros. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon terhadap kebutuhan sekolah akan sarana pembelajaran praktik yang relevan dengan perkembangan teknologi di bidang elektronika dan otomasi.
SMK Nurul Huda Baros merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang menyelenggarakan pembelajaran teknik elektro, termasuk materi mikrokontroler. Namun, berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi bersama pihak sekolah, ditemukan beberapa permasalahan utama, di antaranya keterbatasan perangkat praktik mikrokontroler yang terstandar, jumlah alat yang belum sebanding dengan jumlah siswa, serta belum optimalnya pembelajaran praktik yang bersifat aplikatif dan mandiri.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim PkM menghadirkan training kit mikrokontroler berbasis Arduino dan ESP32 yang dirancang secara modular, aman, dan mudah digunakan oleh siswa tingkat SMK. Training kit ini dilengkapi dengan berbagai komponen pendukung seperti sensor dan aktuator sederhana yang memungkinkan siswa melakukan praktik secara langsung sesuai dengan materi pembelajaran.
Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan langsung secara tatap muka dengan pendekatan student-centered learning. Kegiatan diawali dengan pengenalan perangkat training kit dan konsep dasar mikrokontroler, dilanjutkan dengan materi pemrograman dasar, praktik pengkabelan, serta penggunaan sensor dan aktuator. Untuk memperkuat pemahaman siswa, setiap sesi praktik disertai dengan tugas berbasis jobsheet yang dirancang sistematis dan bertahap.
Selama pelaksanaan kegiatan, siswa siswi menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, serta mencoba berbagai skenario praktik yang diberikan. Pendampingan langsung dari tim dosen membantu siswa memahami kesalahan-kesalahan umum dalam pemrograman dan pengkabelan, sekaligus melatih kemampuan analisis dan pemecahan masalah.
Melalui implementasi training kit mikrokontroler ini, diharapkan siswa siswi mampu memahami konsep dasar mikrokontroler secara lebih aplikatif, meningkatkan keterampilan praktik, serta terbiasa menggunakan perangkat pembelajaran secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan kompetensi siswa dalam menghadapi tantangan dunia industri dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi siswa, tetapi juga mendukung sekolah dalam menyediakan media pembelajaran praktik yang berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan ini diharapkan dapat terus terjalin sebagai upaya bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan menghasilkan lulusan yang kompeten, terampil, serta siap bersaing di dunia kerja.




